Pasca Tsunami, Relawan Menemukan Ifan Seventeen Dalam Keadaan "Genting Seperti Ini"!

Ada berbagai kisah dibalik bencana alam, tsunami yang melanda Banten. Termasuk kisah Surya, Wakil Ketua Umum BEM KM IPB.

Surya merupakan salah satu mahasiswa IPB yang menjadi relawan.

Sponsored Ad

Awalnya, Surya dan teman-temannya tidak mengetahui jika gelombang tinggi yang mereka lihat adalah tsunami.

Surya dan teman-temannya panik tatkala mendapati banyak kendaraan yang berlalu lalang dan orang-orang dengan raut muka panik.

Hingga akhirnya, Surya menolong seorang ibu yang diturunkan dari sebuah mobil karena lebihan muatan.

Sponsored Ad

Kemudian ibu tersebut bercerita mengenai bencana tsunami yang sudah terjadi.

Mengetahui hal ini, Surya dan teman-temannya memutuskan untuk menolong para korban yang berjatuhan.

Surya dan anggota BEM IPB lainnya akhirnya menumpang kendaraan milik warga untuk menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di TKP, Surya melihat kondisi yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Sponsored Ad

Surya dan teman-temannya kemudian berinisiatif untuk menyisir pantai dan membantu proses evakuasi.

Sponsored Ad

Dari sinilah awal mula pertemuan Surya dengan Ifan Seventeen.

Surya pun menceritakan kondisi Ifan Seventeen saat pertama kali ditemukan.

Wakil Ketua Umum BEM tersebut mengatakan bahwa saat itu Ifan Seventeen hanya menggunakan kaos dan celana pendek.

Lebih lanjut Surya bercerita bahwa kondisi Ifan Seventeen saat itu sangat pucat.

"Iya dari situ kami akhirnya ketemu sama mas Ifan Seventeen, disitu kami bertemu mas Ifan Seventeen dengan kondisi pakai kaos, celana pendek dan maaf kondisinya sangat pucat dan ternyata beliau baru saja menyelamatkan diri disana dengan kotak boks dari tengah pantai, jadi beliau terhantam arus kemudian terseret ke tengah pantai kemudian menyelamatkan diri ke pinggir pantai," kata Surya.

Sponsored Ad

Bersama para warga dan relawan lainnya, Surya menyisir pantai untuk melakukan evakuasi hingga pukul 04.00 WIB pagi hari.

"Jadi prosesnya menyisir pantai, korban meninggal jenazahnya diangkat dkumpulkan disatu titik bangunan yang masih utuh waktu itu saung saung gitu, Kemudian kita naikan ke mobil warga dan mobil PMI," katanya.

Sedangkan untuk korban yang selamat, dipulangkan ke pengungsian yang berada di labuan.


Sumber : Line Today

Kamu Mungkin Suka