Baru 30 Tahun Dia Sudah Divonis Kanker Kerongkongan Stadium Akhir! Ternyata "Penyebabnya" adalah Kebiasaan yang Dilakukan 90% Orang Indonesia!

Ada seorang pria bernama Samsul. Samsul sejak umur 18 sudah merokok dan kecanduan berat. Dalam sehari, minimal, dia pasti menghabiskan sebungkus rokok. Karena sudah merokok selama 12 tahun, apa yang sudah diingatkan teman-temannya pun terjadi. Suatu hari dia merasa kerongkongannya sangat sakit, untuk menelan makanan pun dia kesulitan. Dia lalu pergi ke dokter untuk memeriksa. Siapa sangka setelah melihat hasil pemeriksaannya, dokter hanya bisa geleng-geleng kepala mengatakan bahwa penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan. 

Sponsored Ad

Ternyata, Samsul sudah terkena kanker esofagus/ kanker kerongkongan stadium akhir. 

Kanker esofagus/ kerongkongan adalah tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di area kerongkongan. Kanker esofagus inilah yang merenggut nyawa musisi terkenal Indonesia, Ari Malibu. Di Indonesia, kanker kerongkongan menempati urutan ke-4 sebagai kanker yang paling banyak diderita, dan 70% penderitanya adalah laki-laki. Beberapa gejalanya meliputi; sulit menelan, batuk kronis, sakit kerongkongan, telinga yang sakit atau berdengung, penurunan berat bedan tanpa sebab, bengkak pada mata, rahang, kerongkongan atau leher. Umumnya, kanker esofagus tidak akan menunjukkan gejala apapun saat masih dalam tahap awal. 

Sponsored Ad

Pria yang bernama Samsul ini baru berumur 30 tahun, kenapa begitu muda bisa terkena penyakit ganas begini?

Sponsored Ad

Banyak orang berpikir bahwa merokok mudah terkena kanker paru-paru. Namun faktanya, karsinogen (zat penyebab kanker) seperti tar dan nitrosamine dalam tembakau akan menumpuk di dalam tubuh. Karsinogen yang terkandung dalam air liur perokok dapat tertelan masuk ke kerongkongan dan menyebabkan munculnya sel-sel kanker. 

Sponsored Ad

Selain itu, Samsul juga sangat suka makan makanan panas. Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) telah memasukkan makanan panas dengan suhu di atas 65℃ ke dalam daftar karsinogen kelas 2A. Makanan yang terlalu panas suhunya akan membuat kerongkongan bekerja terlalu keras dan mudah menyebabkan iritasi pada kerongkongan dan lambung. Proses penyembuhan iritasi juga memerlukan waktu, sehingga bila makan makanan panas dalam jangka waktu lama, iritasi yang terjadi akan semakin parah dan mudah menjadi kanker.

Sponsored Ad

Ternyata, kebiasaan orang Indonesia yang suka makan makanan panas bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker! Dari penelitian yang dirilis International Journal of Cancer pada 2009, suhu makanan dan minuman yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kerongkongan. Penelitian tersebut melibatkan responden yang suka meminum teh. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa kanker kerongkongan delapan kali lebih banyak terjadi pada orang yang suka minum teh panas setiap harinya.

Sponsored Ad

Saat makan makanan, sebaiknya tunggulah beberapa menit hingga suhu makanan menurun. Kebiasaan ini memang sulit dilakukan, karena orang Indonesia sudah terbiasa makanan makanan yang panas mengepul. Tapi, demi kesehatan diri dan mencegah kanker, segeralah ubah kebiasaan tersebut.

Selain 2 faktor di atas, lantas faktor apa lagi yang dapat menyebabkan kanker esofagus/ kerongkongan?

Sponsored Ad

Pertama, makan makanan yang sudah diacar dan diasap. Makanan yang di acar mengandung banyak nitrat. Bila masuk ke dalam tubuh, nitrat akan berubah menjadi nitrosamin. Nitrosamin adalah salah satu zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Zat nitrosamin yang dikonsumsi dalam dosis besar atau dalam jangka panjang sangat beresiko menimbulkan kanker. Sedangkan makanan yang di asap akan menghasilkan Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPA) yang juga merupakan zat penyebab kanker. Ada penelitian yang mengatakan, orang yang sering mengkonsumsi makanan yang diasap 63% lebih berisiko terkena kanker kerongkongan.

Sponsored Ad

Kedua, tidak makan sayur-sayuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin dapat menyebabkan gangguan proliferasi sel dan menimbulkan kanker. Khususnya, kekurangan riboflavin dan asam folat yang dapat rentan menimbulkan kanker esofagus. Kurangnya zat-zat lain seperti seng dapat menurunkan fungsi aktivitas enzim dalam tubuh, fungsi kekebalan tubuh, menurunkan fungsi apoptosis (pembuangan sel yang tak diperlukan dalam tubuh) akan menambah resiko timbulnya kanker esofagus. Oleh karena itu, konsumsilah minimal 500 gram sayuran untuk kesehatan tubuh.

Sponsored Ad

Ketiga, faktor genetik. Jika satu orang dalam keluarga menderita kanker esofagus, maka risiko kanker esofagus pada anak akan meningkat pesat. Orang yang punya riwayat keluarga seperti ini sebaiknya menjaga kebiasaan hidup dan makan yang sehat, hindari faktor eksternal lain yang berpotensi menstimulasi sel kanker.

Melalui artikel ini, semoga banyak dari kalian bisa lebih waspada akan kanker esofagus. Apalagi bagi para perokok, merokok dalam jangka waktu lama merupakan faktor utama yang mudah menyebabkan kanker esofagus. Lebih baik mencegah dulu sebelum terlambat. Segeralah kurangi konsumsi rokok dan hentikanlah kebiasaan merokok. Jika ada yang tidak beres dengan tubuh, segeralah periksakan ke dokter.

Semoga artikel ini bermanfaat!
Sumber: read

Kamu Mungkin Suka