Wanita Ini Dikurung di Bawah Tanah Oleh Keluarganya Sendiri Karena Sebuah Alasan Pilu dan Nyesek!

Yang namanya keluarga harus lah saling mengasihi dan melindungi. Tak peduli apapun yang terjadi, keluarga lah yang memberikan dukungan dan tempat mencurahkan kasih sayang terbesar. Namun apa jadinya jika hal itu tak diperoleh? Seperti seorang wanita satu ini

Sponsored Ad

Ini merupakan potret memilukan yang dialami seorang wanita paruh baya yang menderita gangguan mental parah dan "disimpan" di bawah tanah oleh keluarganya. Menurut sumber, wanita paruh baya itu terkunci di ruang bawah tanah gelap oleh keluarganya sendiri sebelum dia akhirnya diselamatkan oleh polisi.

Wanita Tionghoa yang hanya diidentifikasi dengan nama keluarga Peng, dilaporkan menderita penyakit mental yang parah sejak dia terlibat dalam kecelakaan mobil. Peng kemudian didiagnosis sakit mental oleh otoritas setempat setelah dia ditahan karena membobol properti tetangganya pada tahun 2012 silam.

Sponsored Ad

Pihak berwenang setempat membantu mensubsidi dengan menyediakan empat hari tinggal di bangsal mental untuk Peng. Dia dilaporkan kembali ke rumah dalam kondisi stabil setelah perawatan kejiwaan yang telah dikatakan berhasil.

Sponsored Ad

Namun, Peng yang tinggal di kota Xixia di kabupaten Pingshan, Sichuan, kemudian memiliki beberapa gangguan psikotik dan bertindak keras terhadap orang lain tidak lama setelah insiden itu. Karena kondisinya yang memburuk, keluarganya kemudian memutuskan untuk mengurungnya di ruang bawah tanah mereka untuk menghindari dia melukai tetangga mereka.

Sponsored Ad

Peng kemudian harus menghabiskan hari-harinya sendirian di ruang bawah tanah. Dia diberi makanan dan air melalui celah di pintu masuk berbahan logam di ruang bawah tanah. Masih belum diketahui berapa lama dia telah ditahan di bawah tanah oleh keluarganya sebelum dia akhirnya diselamatkan.

Sponsored Ad

Penduduk di daerah itulah yang pertama menemukan dia ditahan dalam kondisi yang tidak manusiawi sehingga dia akhirnya diselamatkan oleh polisi. Polisi kemudian membebaskan Peng dan mengirimnya ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Nah para pembaca, semoga kejadian tersebut bisa kita ambil pelajaran bahwa bagaimanapun kondisi keluarga kita, tetaplah harus memberikan hidup yang layak karena kita manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk paling cerdas dan bernurani. Jadi tegakah kita memperlakukan sesama manusia seperti demikian meskipun ia sedang sakit? Semoga kasus seperti ini tak terjadi lagi ya.


Sumber: Grid