Kunjungi Panti Pijat, Keenakan, Saat Pulang Kakinya Infeksi Parah! Lewat Barang Sepele Ini Ternyata Tertularnya!

Apa yang kamu harapkan saat datang ke panti pijat? Untuk membugarkan badan dan menghilangkan pegal atau sakit badan yang mungkin sedang kamu rasakan bukan?

Sponsored Ad

Namun sayang seribu sayang, nasib malang di alami oleh 20 orang ini. Sebanyak tujuh dari 20 konsumen menggelar konferensi pers. Mereka menyuarakan keluhan tentang tertular infeksi kulit yang mengerikan, setelah mengunjungi panti pijat di Kuchai Lama, Kuala Lumpur.

Sponsored Ad

Ada sekitar 20 konsumen yang menderita infeksi kulit sejak Juni 2018, dan mereka semua sering mengunjungi toko yang sama.

“Berdasarkan laporan medis yang dihasilkan, empat konsumen terinfeksi Staphylococcus aureus (MRSA), yang resistan terhadap metisilin. Bakteri ini sangat menular dan dapat ditularkan melalui kontak fisik atau dengan berbagi barang-barang pribadi seperti handuk.  

Sponsored Ad

“Yang lebih menakutkan, bakteri ini resisten terhadap banyak antibiotik yang berbeda. Sebagian besar pasien, harus menjalani operasi untuk mengangkat daging yang terinfeksi. Karena sangat menular, beberapa pasien masih dikarantina di rumah sakit,” kata juru bicara KLCAH.

Salah seorang korban yang bekerja sebagai tenaga penjualan mengatakan, ia telah mengunjungi panti pijat, dan mulai mengalami ruam dan nyeri di kakinya.

Sponsored Ad

Setelah menghabiskan antibiotik dan obat penghilang rasa sakit selama seminggu, ia pergi ke rumah sakit, karena kondisinya tidak membaik sama sekali.  Saat itulah ia secara mengejutkan diberitahu, bahwa pembedahan harus segera dilakukan, untuk mendapatkan pemulihan penuh.

“Dokter melakukan operasi untuk mengangkat daging dari delapan luka, karena jaringan otot sudah mati. Biaya medis mencapai RM23.000 tidak termasuk biaya tindak lanjut bulanan,” katanya.  

Sponsored Ad

Korban wanita lain mengungkapkan, dari enam teman yang pergi bersama, hanya dia yang terinfeksi bakteri.  Mengambil antibiotik dan memeras nanah dari luka tidak membantu sama sekali.

Sponsored Ad

Untungnya, dia pergi ke rumah sakit tepat pada waktunya, ketika dokter memberi tahu dia, bahwa begitu bakteri telah menyebar ke tulang, amputasi harus dilakukan.  Asosiasi akan mengumpulkan semua laporan medis dan polisi dari para korban minggu ini, dan menyerahkannya ke Kementerian Kesehatan dan DBKL, untuk tindakan lebih lanjut yang akan diambil.

Sponsored Ad

Duh mengerikan, nah makanya kamu juga penting dalam memperhatikan hal-hal kebersihan tempat kamu memanjakan diri. Semoga kejadian seperti ini tidak pernah terjadi di Indonesia ya. Serta untuk kamu yang membuka usaha dalam bidang seperti ini kamu juga harus sangat ekstra dan ketat memperhatikan masalah kebersihan.


Sumber: World of Buzz