Ade Jigo Akhirnya Buka Suara Soal Awal Mula Terjadi Tsunami!

Duka akibat tsunami di Anyer beberapa waktu lalu, masih terasa, terutama oleh keluarga korban. Salah satunya adalah komedian Ade Jigo yang harus kehilangan istri dan rekannya dalam musibah tersebut. 

Sponsored Ad

Setelah menenangkan diri, Ade akhirnya tampil di publik dan menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Ade mengaku sama sekali tak ada firasat. Setelah tampil, dia sempat ke belakang panggung untuk beres-beres dan berniat mengajak anaknya untuk menonton penampilan Seventeen. Di situlah ia terakhir kali berinteraksi dengan sang istri.

Sponsored Ad

"Istri saya lagi nyuapin anak saya yang pertama, terus istri saya bilang, 'Yah, nih ajak anak-anak ke depan untuk nonton, bunda makan dulu'. Oh ya uda. Itu omongan terakhir ke saya dan dia sendiri nggak ada obrolan apa-apa. Dia cuma sempat bilang ke pembantu saya, sempat melihat anak gunung Krakatau itu di atasnya merah," cerita Ade  saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019)

Sponsored Ad

"Dia bilang sama si mbak 'Mbak itu apa mbak merah di atasnya'. Mbak bilang itu ada orang kemah lagi bakar-bakar dengan polosnya. Ya udah kita nggak kepikiran kalau itu meletus. Dan pukul 9.20 itu Seventeen udah masuk lagu yang kedua. Kita masih nonton, masih nikmatin, dan saya sempat jalan-jalan kanan-kiri-kanan-kiri sama anak saya yang kecil," lanjutnya.

Sponsored Ad

Saat itu Ade juga sempat melihat rekannya, Aa Jimmy, yang turut menjadi korban tsunami. Aa Jimmy dan istri Ade sedang makan di belakang panggung. Anak pertama Ade bersama dengan pengasuh. Ketika itu Ade pun melihat air datang dan tak sempat memberi tahu istrinya.

Sponsored Ad

"Posisi air itu ya kurang lebih 2 meter, bukan yang tinggi ya karena saya posisi di samping. Saya lari, orang udah banyak yang teriak air-air, lari lima langkah saya udah kegulung (sama air). Saya sama anak saya pelukan gimana caranya saya selamat sama anak saya dan kegulung tuh kurang lebih lima menit ya mohon maaf yah, saya udah sentuhan macam-macam, ada besi, tembok, kayu, dan mohon maaf ada manusia juga," kenangnya.

Sponsored Ad

"Dan air mulai tenang setelah saya masuk ruangan. Setelah masuk ruangan itu kok tiba-tiba saya kayak dikumpulkan dalam satu ruangan. Saya megang tali yang melintas persis depan saya, itu kencang talinya. Kemudian saya ambil tali untuk naik ke permukaan biar anak saya bisa bernafas karena memang lama di dalam air sama saya. Saya pun naik ke atas, saya pegang plafon atasnya. Itu ternyata tembok," tambahnya.

Sponsored Ad

Di dalam ruangan itu ada banyak orang, tapi anehnya Ade tak mendengar suara tangisan, teriakan atau minta tolong. Yang dia dengar orang-orang berdoa dan ada laki-laki dan perempuan seperti sedang ceramah.

"Saya dengerin itu. Saya sedikit lihat bayangan orang kepalanya tuh kaya menghadap ke sana semua (sumber suara), termasuk saya sama anak saya dengerin. Nggak lama pintu muat satu orang itu kebuka tapi ke dalam melawan arus, ya secara nalar nggak masuk akal, harusnya pintu kebuka keluar. Ini melawan arus karena air kan dari dalam kan, ini ke dalam itu kalau orang udah takut, udah panik, itu berebutan kan (keluar lewat pintu), ini nggak. Satu antri, bapak yang pertama tuh di depan saya lihat dia keluar baru saya yang kedua. Saya minta tolong ke bapak yang tadi, 'Pak, tolong pegangin anak saya, saya udah nggak kuat' saya bilang gitu. Bapak itu megangin baru saya keluar," ujar Ade.

Sponsored Ad

Setelah itu Ade dibawa ke asrama karyawan hotel. Di sana lah dia membuat video yang diunggah di Instagram. Untuk membuat video itu dia pinjam handphone orang, karena barang-barang Ade hilang. Dia juga menggunakan handphone itu sebagai senter karena mau ganti baju anaknya di hotel.

"Tiba-tiba pas saya udah beres ganti baju mau ngembaliin handphone orang itu udah nggak ada. Orang tersebut ternyata informasinya dia sedang menyelamatkan yang lain. Jadi handphone sampai sekarang kebawa, dan di situlah saya bikin postingan video minta tolong untuk kirim bantuan segera dan sampai saat video itu baru saya sadar bahwa saya ini memar. Di video itu memang parah, itu darah keluar semua, saya nggak pikir macam-macam yang penting anak saya selamat dan saya selamat. Niat saya, pagi saya mau ke lokasi untuk cari anak saya yang pertama, pengasuh, sama istri saya," kata Ade.

Sumber: kapanlagi


Kamu Mungkin Suka